Cerita Sex - Pengalaman Seks Yang Tragis

Cerita Sex – Pengalaman Seks Yang Tragis

CERITA SEKS – PENGALAMAN SEKS YANG TRAGIS


Selamat datang di situs kami. Kali ini kami akan menceritakan tentang Cerita Sex Pengalaman seks yang tragis. Yang tidak kalah menarik dengan cerita yang sebelum nya. Dan di jamin dapat meningkatkan libido seks, selamat menikmati.

Cerita Dewasa,Cerita Sex, Cerita Seks,Cerita Hot,Cerita Panas,Cerita Bokep,Cerita Porno

Cerita Sex - Pengalaman Seks Yang Tragis

Cerita Dewasa | Dan aku sudah menjalankan rencanaku. Aku main ke rumah Ghea bekali-kali, sepanjang siang dan malam sampai aku telepon untuk mengetahui kapan Ghea ada sendirian dan kapan orang tuanya ada. Dan pada waktu malam aku memutuskan untuk masuk ke rumah Ghea aku sudah memastikan bahwa orang tua Ghea sudah tidur dan Ghea ada di kamar tidurnya. Rencanaku akan kuperkosa Ghea sementara orang tuanya tidur di kamar mereka.

Tubuhku kaku karena tegang, waktu aku buka jendela belakang rumahnya pakai linggis. Suara jendela yang terdongkel terdengar seperti letusan membuatku harus diam tidak bergerak selama setengah jam menunggu apakah ada penghuni rumah yang terbangun. Untung saja semuanya masih dalam keadaan sunyi senyap, dan aku memutuskan untuk masuk.

Tubuhku sekarang gemetar. Setiap langkahku seperti membuat seluruh rumah berderit dan aku siap meloncat melarikan diri. Tapi waktu aku sampai di depan kamar tidur Ghea rumah itu masih gelap dan sunyi senyap. Aku buka pintu dan masuk sambil menutupnya kembali. Aku seperti bisa mendengar jantungku yang berdetak keras sekali.

Aku belum pernah setakut ini seumur hidupku. Tapi bagian yang paling susah sudah berhasil aku lampaui. Kamar tidur orang tua Ghea ada di lantai dasar. Aku berdiri di samping ranjang Ghea memilih langkah selanjutnya. Perlahan penisku mulai menegang sampai akhirnya besar dan tegang sampai ngilu. Mata Ghea terbuka menatapku tidak bisa bernafas. Aku ada di sebelah ranjangnya mencekik lehernya, sementara tangan kiriku mengcungkan belati di depan wajahnya.

Cerita Hot

“Diem. Jangan bergerak, jangan bersuara, atau lo mati.” aku dengar nada suaraku yang lain sekali dari biasa. Kedengarannya bengis dan kejam.
Ghea tetap terlihat cantik. Umurnya lima belas tahun. Dia terbatuk-batuk.

“Kalau aku lepasin tanganku, lo berguling tengkurap dan jangan berisik atau aku potong leher lo.” Aku tentu tidak bermaksud akan membunuh dia, tapi paling tidak itu berhasil bikin Ghea ketakutan. Ghea langsung menurut dan segera kuikat tubuhnya, menutup mulutnya dengan plester, dan mengikat pergelangan tangannya di belakang.

Selimut yang menutupi tubuh Ghea sekarang sudah ada di lantai, dan aku bisa melihat jelas gadis yang lagi tengkurap di depanku. Tubuh Ghea langsing dan mungil, dan baju tidur yang dipakainya terangkat ke tas membuatku bisa melihat kakinya yang putih dan mulus.

Ereksiku sudah maksimal dan aku sudah tidak tahan sakitnya, celanaku menyembul didorong oleh penisku yang besar, dan bersentuhan dengan pantat Ghea yang mungil. Aku menindih Ghea dan bergoyang- goyang membuat penisku bergesekan dengan pantat Ghea dan dengan tanganku yang bebas kuraba bagian dada Ghea yang masih ditutup oleh dasternya. Buah dada Ghea masih kecil, yang membuatku makin birahi. Mulutku bersentuhan dengan telinga Ghea.

“Lo benar-benar sempurna. Tetap diam dan aku akan pergi sebentar segera.”

Mata Ghea terpejam seakan-akan telah tertidur kembali. Aku lepaskan celana trainingku dan celana dalamku sampai ke kakiku tapi belum aku melepaskannya dari badanku, sambil menatap bagian belakang tubuh Ghea yang indah. Kakinya yang telanjang membuat nafasku berat, dan dasternya tidak bisa lagi menutupi pantatnya yang ditutupi celana dalam putih. Dan tangannya yang terikat erat benar-benar membuat Ghea sempurna buatku.

Cerita Dewasa18+

Cerita Sex - Pengalaman Seks Yang Tragis

Aku buka kaki Ghea tanpa perlawanan yang berarti, dan membenamkan wajahku, yang membuat Ghea mengeluarkan erangan untuk pertama kalinya. Aku benamkan wajahku ke selangkangan Ghea, menikmati wangi tubuh Ghea, yang terus mengerang ketakutan. Selanjutnya aku raba- raba vaginanya yang tertutup celana dalam dari belakang, meraba, dan akhirnya menusuk- nusuk dengan jariku.

Ini membuat erangan Ghea makin keras sehingga aku harus mengancamnya lagi dengan belatiku. Kemudian kulihat dia gemetar dan kelihatannya mulai menangis. Celana dalamnya lembab, dan aku jadi berpikir mungkin Ghea mulai terangsang oleh jariku.

“Lo suka Ghea? Hei, lao suka tidak?” Ghea hanya menangis. Aku terus meraba vaginanya, sampai aku tidak tahan lagi, dan langsung kutarik celana dalam Ghea sampai lepas.

Aku makin mencium bau tubuh Ghea. Dan aku mulai gila. Aku balik lagi badannya, karena aku tahu aku lebih mudah ngerjain Ghea lewat depan. Ghea berbaring tidak nyaman, berbaring telentang dengan tangan terikat ke belakang, dan telanjang mulai pinggang ke bawah, rambut kemaluannya yang masih tipis terlihat jelas. Ia menatap mataku, air mata membuat pipi Ghea berkilat tertimpa cahaya lampu kamarnya. Aku tidak begitu suka lihat tatap mata Ghea, aku jadi berpikir untuk bikin dia tengkurap lagi begitu penisku sudah masuk ke vaginanya.

Aku menempatkan tubuhku, aku harus memnyuruhnya beberapa kali untuk membuka kakinya lebih lebar, seperti dokter gigi, “Ayo lebih lebar sayang, lho kok segitu, lebih lebar lagi, bagus anak manis..”, Aku ingin tahu dia masih perawan atau tidak. Ghea tidak meronta-ronta, soalnya aku masih pegang belatiku, tapi terus menangis tersedu-sedu, dan mengerang-erang, berusaha berkata sesuatu.

“Lo masih perawan tidak Ghea? Masih? Masih apa tidak.”

Ghea terus menangis. Aku angkat dasternya ke atas lagi. Di depan Ghea agak rata, buah dadanya hanya sekepal dengan puting susu yang mengeras. Aku pikir itu karena udara dingin, tapi mungkin juga bagian dari tubuh Ghea yang emang terangsang.

Cerita Panas

“Bukan gitu sayang, lo musti buka lebih lebar lagi..”

Aku tekan penisku di belahan vaginanya yang masih mungil. Terasa basah. benar-benar super sempit. Kutarik lagi penisku dan kumasukkan jariku, dan merasakan jepitan vagina Ghea yang hangat yang membuat penisku ingin merasakannya juga. Aku gerakkan penisku maju mundur beberapa kali dan mengarahkan penisku lagi, tegang seperti tongkat kayu.

“Buka lagi manis. Lo benar-benar cantik. Aku cuma mau perkosa kamu terus pergi.”

Aku harus mendorong, bergoyang, berputar, dan akhirnya mengangkat kedua kaki Ghea ke atas sebelum aku berhasil mendorong kepala penisku masuk ke vagina Ghea. Aku lihat lagi buah dada Ghea dengan putingnya yang mencuat ke atas, mata yang memohon dan meratap dengan air mata dan aku dorong penisku masuk ke vagina mungil milik gadis berumur lima belas tahun itu dengan seluruh tenagaku.

Ghea menjerit, diredam oleh plester, membuatku makin semangat. Vaginanya sempit sekali seperti menggenggam penisku. Dia ternyata tidak basah sama sekali. Aku perkosa dia dengan kasar, seakan-akan aku ingin membuatnya mati dengan penisku, berusaha membuat Ghea menjerit serta aku menghentak masuk. Ghea semakin histeris sekarang.

Keadaanku sudah 100 persen dikuasai birahi, dan sekarang aku memusatkan perhatian untuk menyakiti Ghea, dan aku tidak punya lagi rasa kasihan buat Ghea. Aku terus menghentak- hentak di atas tubuh Ghea, dengan kecepatan yang brutal, dan tubuhnya yang mungil terbanting- banting karena gerakanku. Aku merasa aku seperti merobek vagina Ghea dengan penisku, dan membuatku makin terangsang, mendorongku bergerak makin brutal.

Di sela-sela gerakanku, aku jatuhkan belatiku dan kulepaskan celanaku yang membuat tanganku bebas menggunakan tubuh Ghea. Aku kesetanan merasakan tubuh Ghea, aku meremas setiap bagian tubuh Ghea, meremas buah dadanya, menjepit puting susunya, dan menggunakan bahunya yang kecil buat menopang tubuhku.

Cerita Bokep

Aku hampir tidak ingat apa aja yang aku kerjakan sama Ghea. Ghea beberapa kali meronta pada awalnya, berusaha membebaskan tangannya, berusaha berguling, berusaha mengeluarkan penisku dari vaginanya. Wajah Ghea memancarkan rasa panik dan takut, dan aku terus memperkosanya sekuat tenagaku, seakan-akan itu masalah hidup dan matiku.

Seaat sebelum aku mengalami orgasme aku menarik penisku keluar dan Ghea langsung berusaha untuk berguling. Aku jambak rambutnya dan menariknya.

“Brengsek, tidur ke lantai.”

Aku tarik kepalanya sampai menempel ke lantai. Sementara dia jatuh berlutut, tapi Ghea sama sekali tidak bisa mengangkat wajahnya dengan tangan masih terikat ke belakang. Kepala Ghea terbenam ke lantai. Ghea masih menangis dan gemetar. Aku masukkan lagi penisku ke vagina Ghea tanpa kesulitan, karena penisku sudah seluruhnya dilumuri darah perawan Ghea.

Aku masukkan dari belakang sebelum Ghea sempat meronta, aku pegangin pinggulnya sementara aku terus mendorong sekuat tenaga. Dengan pantat masih nungging ke atas aku tekan punggung Ghea dengan tanganku sehingga kepala dan dada Ghea makin terhimpit ke lantai, dan aku terus memperkosa dia dengan gaya seperti anjing. Dan Ghea sendiri sekarang mendengking- dengking seperti anak anjing yang ketakutan. Sekarang kutarik lagi rambutnya, membuat kepala Ghea terangkat.

Ghea benar-benar cantik dan tak berdaya, tangannya terikat di punggung. Aku terus menyetubuhinya dengan keras dan tidak berirama, kadang brutal berhenti sedetik dan mulai lagi dengan keras, dan bergatin menekan punggungnya ke lantai lalu menarik rambutnya hingga ia mendongak lagi, sampai aku merasakan tanda-tanda ejkulasi lagi.

Aku ingin sekali melepas plesternya dan memasukan penisku ke mulutnya yang mungil, tapi untung saja aku masih sadar kalau itu bisa bikin aku ketahuan, jadi aku tetap metahan penisku di liang kenikmatan Ghea sedalam-dalamnya dan melepaskan ejakulasiku. Aku pegangin belahan pantat Ghea dekat dengan selangkanganku waktu aku menyemburkan spermaku ke rahim Ghea yang menerimanya dengan tatapan mata panik.

Video Bokep

“Oh Ghea, sayangku, oh, oh..”

Penisku bekerja keras memompa, berdenyut, menyemburkan sperma ke tubuh Ghea, dan aku belum pernah mengeluarkan sperma sebanyak ini selama hidupku. Ghea tetap diam tidak bergerak, terengah-engah. Nafasku juga terputus- putus, dan bergidik sedikit ketika aku mengejang lagi dan menyemprotkan sisa spermaku ke rahim Ghea. Aku menghentak dia beberapa kali lagi, sekarang dengan penuh perasaan seperti sepasang kekasih. Ghea sadar bahwa aku sudah selesai, dan menerima gerakanku yang terakhir ini masih tak bergerak, dengan kepala terbenam ke dalam karpet kamarnya yang tebal.

Aku tarik penisku keluar. Dan aku langsung merasa cemas lagi. Aku langsung mengenakan pakaianku, dan secara ajaib masih ingat untuk mengambil belatiku dan memikirkan sesuatu untuk aku ucapkan pada Ghea.

“.. Makasih sayang”, aku berbisik lirih, dan langsung melarikan diri.

Dan biarpun aku sempat cemas ketika aku sudah dalam perjalanan ke luar kota, beberapa saat kemudian aku kembali dipenuhi hasrat baru. Aku berpikir untuk kembali dan menculik Ghea serta mengajak beberapa orang temanku untuk mencicipinya.


tembaklemas.co, cerita sex panas, cersex.org, cerita bokep, cerita Porno ,cerita sex janda, cerita sex perawan, cerita sex tante montok, cerita sex perkosaan, cerita sex dewasa, cerita sex dewasa18+ ,cerita hot, cerita sex 2018,   cerita nakal, cerita sex tante pemuas napsu, cerita sex, cerita sex dewasa, cerita sex sedarah, cerita sex selingkuh, cerita sex hot, cerita dewasa, cerita sex tante,cerita sex kakak, cerita sex terbaru,Cerita panas,cerita sex kenikmatan,cerita sex cewek nakal,cerita sex janda

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *